Pasang Iklan Baris Gratis Tanpa Daftar

China Kembangkan Panel Surya untuk Sunroof sebagai Pengisi Daya Mobil Listrik

19 September 2026 03:16 | Dibaca 29 kali

Fuyao Group, salah satu perusahaan besar dalam produksi kaca otomotif di China, telah merintis teknologi sunroof yang mengintegrasikan panel surya khusus untuk mobil listrik. Kabarnya, teknologi tersebut telah selesai dalam tahap pengembangan dan validasi, dan kini siap untuk diproduksi secara massal.

Fuyao sudah lama beroperasi dalam sektor kaca untuk industri otomotif. Firma ini menyediakan produk bagi berbagai produsen kendaraan global, termasuk Ford, General Motors, Subaru, Tesla, dan Volkswagen Group.

Berbeda dengan panel surya yang dipasang secara terpisah, teknologi Fuyao menyematkan sel surya langsung ke dalam kaca panel. Berdasarkan ilustrasi yang diperkenalkan perusahaan, area yang mengandung sel surya dapat mencakup sebagian besar atap dan menjangkau area yang dekat dengan kaca belakang.

Fuyao memiliki pabrik di Yangxia dan Hefei. Kedua lokasi tersebut memiliki kapasitas total sekitar tiga juta set kaca otomotif setiap tahun, dan kapasitas produksi masih terus berkembang.

Teknologi panel surya ini juga berpotensi digunakan pada kendaraan BYD. Beberapa laporan dari China telah mengaitkan teknologi ini dengan model BYD Han dan Tang, dengan estimasi biaya untuk opsi tersebut sekitar 8.000 yuan atau sekitar Rp21 juta.

Namun, hingga saat ini tidak ada konfirmasi resmi dari BYD maupun Fuyao mengenai penerapan teknologi tersebut pada kedua model itu. Oleh karena itu, hubungan antara panel surya Fuyao dan BYD masih memerlukan pemberitahuan resmi dari masing-masing perusahaan.

Penggunaan panel surya untuk mobil listrik sebenarnya bukanlah ide baru. Nissan sebelumnya juga mengembangkan teknologi serupa dalam konsep Ariya dengan memasang panel surya di berbagai bagian kendaraan, seperti atap, kap, dan pintu belakang.

Dalam cuaca yang cerah, teknologi Nissan tersebut diklaim mampu memberikan tambahan jarak tempuh sekitar 23 kilometer dalam sehari. Namun, total energi yang dihasilkan masih relatif kecil dibandingkan dengan kebutuhan baterai untuk kendaraan listrik.

Sebagai contoh, penggunaan kendaraan selama dua jam dengan jarak sekitar 80 kilometer hanya menghasilkan sekitar 0,5 kWh dari sistem ini. Energi itu diperkirakan hanya menambah jarak tempuh sekitar tiga kilometer.

Hal ini menunjukkan bahwa panel surya pada mobil listrik sebaiknya dipandang sebagai sumber tambahan energi, bukan sebagai pengganti untuk pengisian daya. Teknologi tersebut masih sangat bergantung pada intensitas sinar matahari, ukuran panel, efisiensi sel surya, serta cara penggunaan kendaraan.

Walaupun kontribusinya tidak besar, integrasi panel surya pada kaca kendaraan dapat memberikan manfaat bagi mobil yang sering diparkir di tempat terbuka. Energi yang terkumpul ketika kendaraan berada di bawah sinar matahari dapat membantu mengurangi ketergantungan pada sumber pengisian listrik eksternal.

Jika teknologi ini benar-benar masuk ke tahap produksi massal, inovasi ini bisa menjadi langkah menarik dalam meningkatkan efisiensi mobil listrik. Namun, pengguna tetap memerlukan charger sebagai sumber utama untuk mengisi baterai dengan kapasitas yang jauh lebih besar.

BAGIKAN IKLAN INI ?

WhatsApp-Button